Bagaimana tidak, menghadapi kompetisi super ketat di negeri ini, persiapan skuad merah-merah kurang dari dua bula, ditambah lagi 50 persen pemain pilar pergi atau hijrah ke tim lain karena tidak cocok dengan harga kontrak ataupun memang manajemen tim kalah cepat bergerak dengan tim lainnya.
Berbagai persoalan dicoba dipecahkan Sang Arsitek Junaidi , terutama mengenai poisisi playmaker yang musim lalu ditempati jugador dari Brasil Amarildo Souza. Musim ini, Bang Jun berharap banyak dengan gocekan-gocekan ala Brasil lainnya yang dimiliki Sergio Junior yang diambil dari Deltras Sidoharjo.
Dari hasil uji coba dengan tim lokal dan kontestan Divisi Utama Pro Duta, kontribusi Junior belum sebagus koleganya Souza. Menurut Bang Jun, Junior belum bisa mengatur tempo permainan yang diinginkan, hanya saja bola satu dua sentuhan yang diinginkan pelatih berusia 45 tahun itu bisa terpaparkan dengan baik.
Kerja samanya dengan Nurul Huda atau Bona Simanjuntak atau Pablo Frances cukup merepotkan berisan pertahanan lawan."Ada kelebihan dan kekurangan dari Junior," ujarnya.
Bantu Serangan
Junaidi mengakui, pasukannya harus kerja keras meraih poin penuh di kandang lawan Pelita.
"Mereka tim bagus, kuat di semua lini, tidak ada persoalan kesolidan tim yang justru menjadi persoalan di tim kita. Saya berharap banyak dengan peran Junior yang bisa memerankan seperti Souza," ungkap pelatih asal Banjarmasin, selasa (13/10) di mes sesuai latihan.
Formulasi apa untuk meredam kecepatan barisan penggempu anak-anak asuh Fandi Ahmad? Dengan 3-5-2, posisi belakang masih di percayakan II Capitano Evaldo Silva.
Hanya saja pasangannya musim ini sedikit berbeda dengan musim sebelumnya. Evaldo dimungkinkan akan di temani Ferly La'ala dan pemain lama tapi baru di Laskar Kalinyamat, Kasiyadi. Lini tengah tercatat ada dua perubahan yang cukup signifikan dikembangkan BJ.
Donny Siregar akan didorong lebih membantu serangan, sedangkan gelandang bertahan ditempati Bona Simanjuntak - yang cukup lihai mnemerankan peran itu. Sebab di tim lamanya, posisi Bona sama denga yang di Persijap.
sedangkan Junior diharapkan menjadi playmaker sekaligus bisa menyumbangkan gol dari lini kedua dan kedua sayap tentu saja disiapkan Isdiantono dan Nurul Huda. Umpan-umpan silang yang cukup berbahaya dari kiri maupun kanan bisa memasok bagi duet striker Pablo bersama Noorhadi "Emen".
Cobaan
"Ini cobaan di liga perdana yang harus kami lalui dengan semangat dan kebersamaan. Selama ini, kolektivitas menjadi peran utama kesuksesan tim. Di laga lawan Pelita, kunci ini tetap menjadi prioritas untuk menguasai permainan. Dukungan Persijapmania sangat kami harapkan," tambah BJ.
Di lain pihak, M Ridwan dan kawan-kawan dalam dalam kondisi full team kendati menelan hasil negatif di laga pertamanya dengan kekalahan 1-2 dari Persela, tampaknya tidak menyurutkan perjuangan mereka.
Fandi Ahmad rencananya akan mengusung 4-4-2 dengan menempatkan Supardi, Johan Ibo, Kery Yudiyono, Carlos Bizzaro. Lini tengah, Jusmadi, Ardan Aras, M Ridwan, dan Gilang atau Agustiyar Batubara, sedangkan dua bomber siap mengancam gawang Persijap yang dikawal Danang Wihatmoko yakni Khusnul Yakin dan I Made Wirahadi.
Sedikit catatan, untuk I Made Wirahadi merupakan pemain yang menjebol gawang Persijap dengan dua gol pada musim lalu, saat dia masih berbaju Persita Tangerang.
Dengan sedikit keraguan ini, diharapkan skema permainan yang diusung anak-anak Kota Ukir bisa meredam semua serangan. Persijap memang masih menyisakan luabang di semua lini, tapi mengutip perkataan Donny Siregar, di lapngan semuanya bisa terjadi dan bola itu bundar.
Sementara pemain Pelita, Khusnul Yakin, bertekad mencuri poin dengan minimal seri.
"Syukur kalau bisa menang, dengan skor berapa pun," tuturnya saat coba lapangan, kemarin sore.(86).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar